Mikroblog pesaing 'Buku Wajah'

Kalau facebook... pasti sebagian besar dari anda sudah tau dan tak asing lagi, bahkan aku yakin anda sudah punya akunnya. Tapi sekarang, facebook alias si buku wajah ini punya banyak pesaing, yaitu situs-situs mikroblog. Buat anda yang rajin meng-update status di facebook, kini saatnya anda bergabung di situs para pesaing facebook yang lagi mewabah ini.

Rasanya baru beberapa waktu yang lalu aku posting tentang Twitter, salah satu mikroblog yang ternyata sudah ada sejak Maret 2006 tapi baru kukenal di tahun 2009 ini (telat banget gak siiih??). Ehhh... tau-tau aku baca artikel di sebuah majalah tentang beberapa mikroblog pesaing Facebook. Waowww, ternyata yang namanya mikroblog bukan hanya Twitter. Banyak...banyaaak... konon katanya sih sampai ratusan, sekitar 111 situs yang memiliki layanan semacam Twitter, tapi aku gak menemukan sebanyak itu, hanya beberapa baik yang made in luar negeri maupun buatan lokal karya anak negeri sendiri. Dipelopori oleh Twitter, diikuti Jaiku, Pownce, Brightkite kemudian Plurk... Mikroblog karya anak negeri sendiri aja udah ada seperti Kronologger, Ngecap kemudian Koprol.

Ugghh... memang segala yang berbau dunia maya dan teknologi koq perkembangannya cepet banget, sampai aku selalu ketinggalan... Rasanya jadi kepontal-pontal... dasar telmi... apa tulalit ya... ? Tapi buatku, lebih baik telat daripada gak tau sama sekali. Iya gak???

Kalau ternyata anda sama tulalitnya dengan aku...biar gak telat-telat amat...aku ingin berbagi pengetahuan tentang beberapa mikroblog dengan anda berdasarkan apa yang pernah aku baca, karena jadi member beberapa mikroblog sekaligus juga agak segan, maklum... males update status... Twitter aja gak pernah kesentuh, karena awalnya hanya memuaskan keingin tahuanku, bukan karena kebutuhan. Tapi paling tidak, biar kita, terutama para ibu gak 'lattek-lattek' (telat teknologi) amat. Minimal kita tahu apa itu mikroblog ya... Hihihi... malu kan ama anak-anak kita kalau hari gini masih 'lattek' apalagi 'gaptek'...

Mikroblog adalah suatu bentuk blog yang memungkinkan penggunanya untuk menulis teks pembaharuan singkat (maksimal 140 karakter) dan mempublikasikannya baik untuk dilihat oleh semua orang atau kelompok terbatas yang dipilih oleh penggunanya. Pesan tersebut dapat dikirim melalui SMS, pengirim pesan instan (IM), surat elektronik (email) ataupun web.

Beberapa mikroblog yang saat ini paling diminati oleh penduduk Indonesia :

1. Twitter, Maret 2006

Twitter merupakan situs mikroblog yang paling populer di dunia, dan merupakan situs ketiga untuk jejaring sosial yang paling laris di dunia setelah Facebook dan MySpace. Saat ini pengguna Twitter di dunia mencapai 8 juta orang, sedangkan di Indonesia yang aktif sekitar 1.500 orang.

Kelebihan Twitter adalah dalam hal update status atau istilahnya tweets. Kita bisa nge-tweets setiap saat tanpa dikomentari orang, paling-paling hanya di reply (seperti wal to wall) di facebook oleh follower (istilah teman di twitter) kita. Mungkin itu sebabnya dinamakan twitter, yang artinya kicauan atau cicit burung, kita bisa berkicau semaunya tanpa diganggu komentar. Namun, letak tweets dan replynya tersebar, gak menyatu seperti di facebook misalnya.

Selain itu, bila kita menjadi follower selebriti atau orang-orang terkenal lainnya di twitter, maka hubungan kita dengan mereka seperti tanpa jarak karena perkembangan aktivitas mereka akan selalu muncul di akun kita. Saat ini muncul selebriti baru di Twitter... seekor kucing bernama Sockington yang tentu saja atas campur tangan pemiliknya. hingga menjadi pengguna Twitter. Uniknya, isi tweetsnya berdasarkan sudut pandang seekor kucing yang mengajak para followernya untuk turut merasakan pengalaman menjadi seekor kucing. Saat ini follower Sockington berjumlah 549.184, suatu angka yang amat fantastis untuk jumlah teman seekor kucing.

Contoh tampilan Twitter


2. Plurk, Mei 2008

Ada sebagian orang yang mengartikan Plurk sebagai : Peace, Love, Unity, Respect, Karma. Ada juga yang mengartikan sebagai play and work.

Meskipun munculnya belakangan, tapi pengguna Plurk (Plurker) di Indonesia ternyata lebih banyak daripada Twitter. Yang aktif sekitar 6.000 orang, bila ditambah yang non aktif mencapai 30.000 orang. Indonesia merupakan pengguna Plurk tertinggi di Asia. Hal ini dikarenakan Plurk lebih seru, bisa berkomentar, sharing video atau gambar, sedangkan di Twitter hanya ada tautan singkat. Dari sisi penampilan, Plurk juga lebih gaul dan lebih fun. Dari segi privacy, sistem Plurk bisa dibuat privat dimana hanya mereka yang menjadi teman kita yang bisa mengikuti status update kita.

Contoh tampilan Plurk

Selain itu di Plurk ada sistem Karma, dimana makin banyak kita mengundang teman, meng-update status dan berkomentar, maka nilai karma kita akan makin tinggi. Sebaliknya jika undangan kita di reject, maka nilai karma kita menurun. Dan semakin tinggi karma kita maka emoticon kita semakin banyak dan gerakan animasinya makin heboh, misalnya bisa muter-muter atau jumpalitan.



Namun, dalam hal pencarian data di Plurk lebih sulit daripada di Twitter. Plurk juga tidak merangkum topik-topik terhangat semacam newsfeed di Twitter.


3. Koprol, Februari 2009

Di tengah makin maraknya dunia mikroblog di Indonesia, muncul situs mikroblog lokal yaitu Koprol. Sepengetahuanku sih koprol itu 'artinya jungkir balik', dan yang paling aku ingat... semasa sekolah dulu aku paling benci kalau disuruh koprol saat pelajaran Olah Raga. Ternyata Mas Satya Witoelar (sang pendiri Koprol) juga sama denganku, pada messagenya di facebook-ku dia bilang paling sebel kalau disuruh koprol saat olah raga. Dia lebih berharap disuruh basket daripada koprol. Tapi kenapa diberi nama Koprol ya kalau dia sendiri gak suka koprol? Pertanyaan itu gak terjawab... Mungkin maksudnya, situs mikroblog lokal ini diharapkan dapat menjungkir balikkan para pesaingnya yang lebih dulu ada.

Walau baru beberapa bulan diluncurkan, penggunanya langsung melesat menjadi 900 orang. Padahal situs ini baru menjangkau beberapa kota besar di Indonesia dan belum bisa digunakan di seluruh Indonesia, karena masih dalam tahap pengembangan. Karena itu pula, kita gak bisa langsung 'apply' untuk menjadi anggota Koprol, tapi harus di'invite' oleh mereka yang sudah menjadi anggota. Itupun maksimal 'invitation' per anggota hanya 5 orang. Tetapi rencananya pada akhir tahun ini, keanggotaan Koprol sudah terbuka untuk siapa saja.

Yang menarik, Koprol mempunyai fasilitas Check-in (hihi... kayak mau nginep di hotel atau mau naik pesawat aja...). Dengan fasilitas ini, sesama pengguna Koprol bisa mengetahui lokasi masing-masing pengguna, karena nama lokasi tercantum di belakang nama pengguna. Selain itu juga ada review tempat hang-out dan restoran yang disesuaikan dengan lokasi dimana pengguna berada atau check-in.

Contoh tampilan Koprol

Dari segi desain, desain home Koprol mirip dengan desain home di Facebook yang baru, rapi dan enak dibaca tapi dengan fitur yang berbeda. Boleh dikata mikroblog lokal ini perpaduan hal-hal yang baik dari beberapa mikroblog pendahulunya. Waah... kalau memang menarik begitu, siapa yang menolak bergabung di Koprol??? Apalagi ini karya anak bangsa sendiri, pastilah kita bangga dengan hasil karyanya.

Terserah anda, apakah mau mencoba bergabung dengan salah satu mikroblog tersebut, atau malah ingin mencoba semuanya??? Sekalian siap-siap bagi para facebookers, siapa tau fatwa haram Facebook benar-benar jadi dikeluarkan oleh MUI, jadi kita masih bisa berinteraksi dengan teman-teman facebook di situs yang lain sebelum di fatwa haramkan juga. Huhh...!!

Tapi, menurut berita terkahir yang aku dengan sih, face book hanya haram apabila disalahgunakan. Misalnya untuk penipuan, perselingkuhan, pelacuran terselubung dan tindakan asusila lainnya. Jadi, bila kita join di facebook, di blog, di twitter, plurk, koprol atau apapun itu nama jejaring sosialnya, selama niat dan tujuan kita baik, aku rasa ya kita akan baik-baik saja.

Twitter yang No Comment...

Beberapa tahun lalu saat aku baru mulai suka buka-buka internet, anakku sudah aktif ber-friendster dan facebook ria. Baru 2 tahun kemudian aku ikutan facebook setelah lebih dulu coba-coba bikin blog. Sekarang, setelah beberapa bulan aku gabung di facebook, anakku udah mulai berpaling ke Twitter dan sibuk memilih tema design yang cocok untuk Twitternya. Apa pula Twitter? Anakku cuma bilang : "Micro blog ma...". Tentu aja aku gak puas dengan jawaban singkat itu. Yang aku tau sih arti twitter adalah kicau atau cicit burung.

Aku jadi pengin cari tau deh apa sih sebenarnya Twitter itu? Ternyata Twitter yang berlogo burung berwarna biru itu di Wikipedia didefinisikan sebagai suatu situs web layanan jaringan sosial dan mikroblog yang memberikan fasilitas bagi pengguna untuk mengirimkan pembaharuan/update berupa tulisan teks dengan panjang maksimal 140 karakter melalui SMS, pengirim pesan singkat, email, web dll.


Fitur yang muncul di Twitter sangatlah minim, tidak sebanyak dan sevariatif di facebook misalnya. Pengguna Twitter hanya mempostingkan berita/kegiatan sehari-hari semacam aktivitas up date status di facebook berdasarkan pertanyaan "What are you doing?". Berita yang ditulis maksimal 140 karakter, itulah mengapa twitter disebut sebagai mikroblog atau bisa dikatakan seperti SMS, tapi bisa dibaca oleh semua orang dalam jaringan kita dengan lebih cepat.


Yang pasti, di Twitter kita gak bisa saling komentar antar follower (istilah teman untuk Twitter). No comment lah pokoknya... Memang, aku rasa Twitter ini hanya cocok untuk orang-orang yang mempunyai tingkat mobilitas tinggi, super sibuk tapi ingin selalu diketahui keberadaannya. Dan tentunya juga cocok buat orang yang rajin up date status di facebook.

Pantas saja kalau dibilang Twitter ini jadi favorit para seleb. Ya iyalah.., mereka mana sempat ngomentari orang lain di facebook atau berkutat menghabiskan banyak waktu untuk menyusun kalimat di blog... Buat mereka, situs ini sebagai ajang personal branding yang membangun atau pun memperbaiki citra diri mereka bila ada gosip tentang mereka di media, dan merupakan sarana mereka untuk berbagi dan berkomunikasi langsung dengan fans mereka.

Buat orang-orang yang gak suka update status dan hanya rajin mengomentari status update orang lain di facebook seperti aku (hihihi...), rasa-rasanya belum cocok gabung di Twitter. Pasti bete deh gak bisa ngomentari status update orang lain. Hehehe... Jadi buatku, saat ini masih tetep pilih blogging dan facebooking-lah daripada tweeting..... Bagaimana dengan anda???

Cara Mencegah Penularan Flu Babi

Setelah Indonesia dan dunia mulai reda membicarakan virus H5N1 atau virus flu burung, giliran muncul virus flu yang lain dan masih dari kalangan hewan piaraan juga, yaitu virus H1N1 atau dikenal dengan flu babi. Dengan cepatnya di suatu milis beredar pula cara pencegahan virus flu babi yang bikin kita jadi lupa sejenak dengan seriusnya para pakar kesehatan yang benar-benar sedang sibuk memikirkan cara pencegahan flu babi yang sebenarnya.

Beberapa cara pencegahan virus flu babi :
1.Jangan berjabat tangan dengan babi yang sedang flu.






2. Jangan berciuman dengan babi yang sedang flu (anda kan gak mau, dliat orang sedang berciuman dengan babi. Gile kali ya...)






3. Cucilah tangan setelah anda bergulat dengan babi di kandang babi.








4. Jangan suka mengatakan 'babi' kepada orang lain. (mis:'Babi lu!!)








5. Jangan tidur di sebelah babi.







6. Jangan menerima babi sebagai teman anda di facebook, karena dia dapat mengharvest teman-teman anda di facebook para babi.






7. Jika anda memang memelihara babi, sediakan selalu sapu tangan/tissue untuk babi-babi anda untuk menutup hidungnya dan mulutnya kala bersin.








8. Jangan meng-copy paste posting ini ke babi-babi anda, karena dikhawatirkan mereka jadi tau, dan mencari cara penularan yang lain.








9. Hindari memakai segala aksesoris bergambar babi (kaos babi, anting-anting babi, kalung babi dll), karena babi yang sedang flu akan mengira anda adalah simpatisan babi, sehingga kemungkinan mereka akan menyerbu anda untuk meminta perlindungan, karena saat ini banyak yang memburu mereka untuk membunuhnya.









10.Salah satu yang juga penting adalah, agar para babi ngepet segera sadar dan kembali ke jalan yang benar sebelum mereka menciptakan varian baru virus tersebut, virus flu babi ngepet.








Di tengah masih ramainya orang di Indonesia membicarakan virus flu babi ini, di milispun beredar isu adanya virus baru yang lain, yaitu virus R4N1. Virus apalagi ini...? Ternyata, virus yang satu ini bukan virus penyakit seperti dua virus terdahulu (H5N1 dan H1N1). Virus ini banyak tersebar di semua acara infotainment di TV dan dimuat di semua tabloid juga harian, juga internet.

Pada umumnya kita sudah tau bahwa yang dimaksud virus R4N1 ini adalah Rani Juliani, seorang caddy cantik dari kalangan biasa yang isunya menjadi rebutan kalangan atas sekelas direktur perusahaan dan ketua KPK yang akhirnya membawa kematian sang direktur yang juga suami siri Rani. Wallahu alam, siapa otak pembunuhan ini, semoga kasus ini bisa segera tuntas tas tas tas....

Update blog template

Gara-gara suka blog walking ke blog orang lain dan liat templatenya yang bagus-bagus, jadi kepengin juga ganti template blog, maklum template blog aku masih klasik template, bawaan dari blogspot. Browsing sana-sini cari template yang bisa di download gratisan, akhirnya dapat juga web yang banyak banget (ada ratusan lebih) menyediakan aneka macam template.

Saking banyaknya, bikin bingung milihnya. Karena gratis, ya aku dowload aja beberapa template yang aku suka... Tapi kan cuma satu yang bisa menggantikan blog template lamaku. Akhirnya pilihan jatuh ke salah satu template. Dengan mengikuti petunjuk untuk penggantian template, akupun mencobanya. Tapi... gagal.... Apa ada yang salah...? Proses penggantian template aku ulangi lagi dari awal. Eh... gagal lagi. Pilih template yang lain, siapa tau berhasil. Ugh! Gagal juga.

Kebetulan anakku lagi libur hari ini, rupanya dia juga lagi pengin ganti template untuk blognya. Akhirnya kami sama-sama mencoba dengan blog masing-masing. Setelah beberapa kali dicoba, akhirnya berhasil juga. Tapi... koq gambar templatenya gak ada...? Begitu juga beberapa gambar di blognya, hilang... Hahaha... kami berdua stress dan hampir putus asa untuk mencoba.

Tapi masa blognya dibiarin gitu aja... Kami coba lagi dengan template yang lain lagi dengan terlebih dulu menghapus tambahan semua gadget di blog, sesuai saran yang kami baca di sebuah blog. Alhamdullilah, akhirnya... berhasil juga deh ganti template, duuuh... senengnya....walaupun bukan template yang aku suka dan hasilnya ya seperti yang bisa kita lihat sekarang ini.... Hihi... kayak blog travelling aja. Mau diganti lagi, khawatir malah gagal lagi. Yaaah, biarin aja dulu deh. Itupun sudah lumayan bagus meski gak nyambung sama isi blognya yang campur aduk isinya.

Oleh-oleh dari Semarang

Umumnya orang-orang kalau pergi ke Semarang pasti pulangnya membawa oleh-oleh makanan khas Semarang seperti bandeng presto, lumpia dan wingko babat. Ya memang itulah jenis oleh-oleh khas Semarang yang telah banyak dikenal orang. Tapi aku sendiri malah udah bosan kalau mau membawa pulang oleh-oleh tersebut di atas, kecuali kalau lagi pengin aja.

Sebenarnya masih ada beberapa jenis makanan lain yang juga khas Semarang yang enak dan cocok untuk dijadikan oleh-oleh. Mungkin karena relatif baru dibanding jenis makanan tersebut di atas, maka kurang begitu populer. Jenis makanan itulah yang kini sering aku beli kalau pulang ke Semarang sebagai oleh-oleh untuk dibawa ke Jakarta.


Mochi atau moaci Gemini

Mochi buatan Semarang ini berbeda dengan mochi yang biasa kita jumpai di Sukabumi, Bandung atau juga banyak dijual di daerah sekitar Puncak. Mochi buatan Sukabumi bentuknya kecil-kecil, tanpa isi dan bagian luarnya hanya dibalur dengan tepung sagu. Mochi Gemini buatan Semarang ini agak besar karena diisi dengan semacam enting-enting kacang dan bagian luarnya dibaluri dengan wijen., hingga rasanya lebih enak dan gurih. Bahkan sekarang mochi Gemini mengeluarkan variasi rasa baru seperti pandan, strawberi dan durian. Isinya sih tetep sama, yaitu enting-enting kacang.








Kemasan Mochi Gemini (ada isi 8, 16 dan 25)










Masing2 mochi
dikemas dng mangkuk kertas


Kalau ingin yang stok baru, datang aja ke tempat pembuatannya sekaligus toko pembuatnya di daerah Kentangan. Biasanya aku beli sekitar jam 1 siang, karena stoknya benar-benar baru, hingga bisa awet untuk dibawa ke luar kota.


Tahu Baxo Bu Pudji


Ya bacanya sih tahu bakso, tapi gak tau kenapa penulisannya 'tahu baxo', semacam batagor tapi isinya terbuat dari daging sapi. Tokonya emang agak di luar kota Semarang, yaitu di daerah Ungaran tapi kalau musim liburan tiba... stoknya sering habis dipesan orang untuk dibawa sebagai oleh-oleh ke luar kota. Maka kalau mau beli sebagai oleh-oleh, terlebih dalam jumlah banyak... lebih baik pesan dulu via telpon, biar gak kecewa. Katanya sih semenjak diliput di acara 'Wisata Kuliner' maka tahu baxo ini jadi buruan para pelancong dari luar kota.

Untuk dibawa ke luar kota biasanya kita dikasih tahu baxo yang belum digoreng, sehingga sampai di tujuan bisa digoreng lagi. Kalau kita membeli yang sudah digoreng, maka tahu akan keras bila dipanaskan atau digoreng lagi. Tahu baxo ini bisa disajikan dengan terlebih dulu dipanaskan dengan digoreng atau dikukus, dan disajikan dengan cabe rawit atau dicocol dengan kecap cabe rawit. Tapi bisa juga diolah dengan diberi kuah dan disajikan sebagai tahu bakso kuah.










Kemasan Tahu Baxo Bu Pudji
isi 10 dan Tahu Baxo setelah digoreng

Klenteng Sam Po Kong

Udah gak kehitung sudah berapa kali kami pulang ke Semarang... tapi baru kali ini sempet mampir ke klenteng Sam Po Kong. Inipun gara-gara anakku yang minta, karena tertarik melihat bangunannya yang kelihatan sudah selesai direnovasi dan berwarna merah amat menyala terlihat dari jalan besar yang kami lewati dalam perjalanan antara bandara ahmad Yani ke rumah orang tuaku.

Entahlah... kenapa anakku begitu tertarik dengan budaya China, mungkin karena di dalam tubuhnya masih mengalir sedikit darah China yang berasal dari nenek moyang bapaknya. Wallahualam.... Karena dalam kegiatan studynyapun dia pernah amat sangat antusias mengikuti Program pertukaran pelajar ke Taiwan dan Hongkong, padahal ada beberapa pilihan tujuan negara lainnya. Nah mumpung ada waktu, kamipun berkunjung ke klenteng Sam Po Kong atau klenteng Gedong Batu, dinamakan Gedong Batu karena klenteng ini berada di sebuah bukit batu yang terletak di daerah Simongan, barat daya kota Semarang.

Bangunan utama klenteng dengan latar depan patung Cheng Ho

Menurut cerita, klenteng ini didirikan oleh Laksamana Cheng Ho, seorang nakhoda muslim dari China yang sedang berlayar untuk berdagang dan menyebarkan agama Islam yang kemudian berlabuh di pantai Utara Semarang karena awak kapalnya sakit dan membutuhkan perawatan. Akibat pendangkalan, klenteng yang semula terletak di daerah pantai ini sekarang berada jauh dari pantai.

Konon katanya, sebenarnya bangunan ini dulunya adalah sebuah mesjid. Tempat persembayangan utama di klenteng ini dulunya merupakan tempat ibadah laksamana Cheng Ho yang muslim dan juga tempat ibadah pasukannya yang sebagian besar non muslim. Namun karena kaburnya sejarah dan bentuk bangunannya yang berarsitektur China, maka pada akhirnya bangunan ini dipergunakan oleh warga keturunan China sebagai tempat pemujaan atau bersembayang dan untuk memperoleh peruntungan di masa depan serta tempat berziarah untuk menghormati jasa Cheng Ho walaupun dia seorang muslim. Hal ini dapat dimaklumi, karena menurut agama mereka orang yang telah meninggal dianggap dapat memberikan pertolongan.

Patung Laksamana Cheng Ho

Di klenteng ini terdapat pula sebuah jangkar kapal yang dipercaya sebagai jangkar kapal milik Laksamana Cheng Ho, dan sampai sekarang kerap disembayangi warga keturunan China untuk mendapatkan berkat dan rejeki.

Jangkar kapal Cheng Ho

Karena kunjungan kami ke klenteng tersebut bukan bermaksud untuk bersembayang atau berziarah apalagi mencari peruntungan, tapi hanya sekedar ingin tahu dan berfoto ria, maka anakku bertambah senang saat menemukan tempat persewaan kostum tradisonal China di areal klenteng. Hahaha... kami jadi bisa merasakan sejenak menjadi putri dari Kerajaan China. Dalam batinku, saat dulu kami berkunjung ke Beijing aja gak sempat kepikiran untuk berfoto dengan kostum tradisional China, tapi di Indonesia di kota tempat tinggal orang tuaku malah bisa. Ya.... kapan lagi... mumpung ada kesempatan, akhirnya seperti inilah jadinya kami sebagai Putri China yang berkulit agak gelaaaap. Sayang, bapaknya gak ikut... jadi terasa kurang lengkap karena gak ada Kaisarnya...


Pastry Durian

Tetanggaku mengirim oleh-oleh sepulang dari Medan, dan kebetulan yang menerima adalah suamiku. Kata suamiku : 'Ma, ini ada oleh-oleh dari Medan, pokoknya mama banget deh..." Aku sempat bingung dengan ucapan suamiku, apa maksudnya...? Setelah tas kertasnya aku buka, ternyata isinya pastry durian...!!! Ya... serumah memang cuma aku yang suka durian. Pantesan aja suamiku bilang begitu.

Satu kotak yang cantik berisi 10 buah pastry, dan pastrynya tipiiiis banget berisi durian yang tentu saja tanpa biji, apalagi kulitttt. Jadi semacam lumpia basah isi durian gitulah... Rasanya...? Mmmmmm... yang pasti yummyyyy... dan dureeen bangeeettt... Serasa makan durian aslinya. Gak tau deh, selain dijual di Medan, apakah pastry durian sudah dijual di kota lain...? Klo memang belum ada, beli aja durian aslinya, malah ada bonus biji dan kulitnya. Hahaha.....

Jalan-jalan di Yogya, bagian 3



Hari ini aku mengajak anakku berkunjung ke kraton Yogya, mumpung dia lagi mau. Maklum, sudah beberapa kali ke Yogya, belum pernah sekalipun aku berhasil mengajaknya untuk lebih mengenal budayanya sendiri, yaitu peninggalan budaya tradisional Jawa. Hmmm anak sekarang, maunya diajak jalan ke mal aja, agak susah diajak ke tempat-tempat peninggalan nenek moyang......

Pintu masuk kraton Yogyakarta

Dari hotel tempat kami menginap di kawasan Malioboro ke kraton, kami menggunakan 2 becak untuk kami bertiga dengan tarif cukup murah, hanya Rp 5.000 saja per becak. Sampai disana, kami harus membayar tiket masuk @ Rp 5.000 dan Rp 1.000 per kamera/HP apabila kita ingin mendokumentasikan pengalaman berwisata di kraton. Itupun kami sudah mendapat seorang tour guide untuk memandu kami bertiga selama mengelilingi kraton.

Abdi dalem yang selalu setia (ini sih cuma patung...)

Di kraton bisa kita melihat bangunan-bangunan tempat tinggal sultan, putri-putri sultan (kaputren), tempat sultan menerima tamu, menjamu tamu dll. Kebetulan pada saat kami berkunjung adalah hari lahirnya (weton) Sultan Hamengku Buwono X (Selasa Wage) yang dalam tradisi Jawa diperingati setiap 35 hari sekali. Di bawah rindangnya pohon nampak gerombolan para abdi dalem keprajan (mantan PNS yang menjadi abdi dalem kraton) yang sedang mengadakan jumenengan untuk mendoakan sultan, padahal mungkin sultannya sendiri tidak berada di tempat.

Abdi dalem keprajan sedang jumenengan (yg ini bukan patung...)

Di beberapa ruang yang berlainan, kita bisa melihat peninggalan dari Sultan HB I s/d sekarang, dari busana, penghargaan, senjata, benda kesayangan, peralatan memasak, kursi kebesaran/singgasana, tandu dll. Yang menarik, Sultan HB IX pada masa mudanya sangat aktif di organisasi Pandu, sekarang Pramuka. Beliau pernah menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka selain pernah pula menjabat sebagai Wakil Presiden RI dan juga dikenal sebagai Bapak Pramuka Indonesia. Karena pengalamannya di Pandu, beliau mempunyai hobby memasak. Peralatan masak-memasak beliau dari kompor, panci, penggorengan, dan aneka peralatan dapur lainnya serta bumbu-bumbu masak seperti garam, merica, bumbu penyedap dll yang masih tersisa dikoleksi pula di salah satu ruangan di kraton.

Bangunan istana dimana keluarga HB X tinggal

Rupanya anakku tertarik juga dengan cerita-cerita dari tour guide kami selama berkeliling di kraton. Dia juga baru paham bahwa sultan-sultan terdahulu mempunyai lebih dari satu isteri yang dinamakan selir, apalagi ceritanya didukung dengan foto-foto para selir sultan terdahulu beserta putra-putrinya.

Setelah lelah berkeliling kraton, barulah kami merasakan perut yang ternyata sudah keroncongan. Ternyata gak terasa memang sudah waktunya untuk makan siang. Kamipun naik andong menuju tempat makanan khas Yogyakarta, 'gudeg' banyak diburu, yaitu ke jalan Wijilan masih di dekat-dekat kraton juga.

Naik andong...tuk tik tak tik tuk........nglaras tenan...

Di jalan Wijilan, banyak sekali berderet penjual gudeg khas Yogya. Kalau kita gak pernah kesana sudah pasti agak bingung untuk memilih. Untungnya aku sudah mendapat rekomendasi untuk mencoba datang ke salah satu penjual gudeg disana, jadi... ya kesanalah tujuan kami.


Gudeg Yu Djum, itulah nama gudeg yang akan kami coba siang hari itu. Sepiring nasi putih dilengkapi dengan lauk gudeg kering, sambal goreng krecek, tahu, telor dan suwiran ayam yang dilengkapi dengan krupuk menjadi santapan kami siang itu ditemani segelas es jeruk. Hmmmm nyam nyam..... dan mengenyangkan...



Jalan-jalan di Yogya, bagian 2

Hari kedua di Yogya, yaitu hari Senin, kami ingin mengunjungi museum seni dan budaya Jawa 'Ulen Sentalu', rekomendasi dari tanteku di Bandung. Dengan taxi yang kami sewa, meluncurlah kami ke arah Daerah wisata Kaliurang. Meskipun sopir taxinya orang asli Yogya, ternyata dia sendiri belum pernah mendengar yang namanya Ulen Sentalu. Begitu juga dengan beberapa orang yang kami tanya di sekitar hotel. Hmmm, jadi tambah penasaran aja untuk mengunjunginya. Tempat apa ini gerangan? Koq orang-orang Yogya banyak yang gak tau...

Dalam perjalanan ke arah Kaliurang hawanya makin lama makin sejuk, seperti di Puncak dan tiba-tiba aku melihat toko 'Mirota' cabang Kaliurang yang direkomendasikan oleh oomku. Kamipun berhenti sejenak untuk istirahat sekaligus melihat-lihat dan berfoto ria. Apa yang dijual disana hampir sama dengan yang di jual di Mirota Malioboro, hanya saja karena lokasinya agak jauh dari kota maka kita bisa lebih bebas dan leluasa melihat-lihat dan memilih.

Kolam ikan di depan 'Mirota' Kaliurang

Berfoto sejenak di 'Mirota' Kaliurang

Kamipun melanjutkan perjalanan ke arah Kaliurang, dan setelah kurang lebih km 25 dari Yogya di sebelah kiri jalan terlihat papan nama kecil menuju museum seni budaya Jawa. Taxipun berbelok ke kiri memasuki jalanan kecil yang dipenuhi semak, pemandangan di depan kami seolah-olah kami memasuki sebuah hutan kecil.

Akhirnya sampailah kami di gerbang museum, tapi koq sepi amat ya suasananya..? Hanya ada satu mobil yang kemudian datang tak lama sesudah kami dengan beberapa penumpangnya.

Gerbang museum Ulen Sentalu, sayang fotonya agak kabur ya....

Akupun turun menuju gerbang untuk mencari informasi, dan di pintu gerbang terdapat sebuah papan pengumuman :
Museum buka Selasa sd Minggu jam 9.00 s/d 16.00 Hari Senin tutup...! Waah, pass sekali, hari itu hari Senin, bertepatan dengan hari tutupnya museum... Hahaha... penontonpun kecewa... dan jadi tambah penasaran. Bener-bener deh... Ulen Sentalu is the next destination... entah kapan... kalau kami ke Yogya lagi...

Dengan agak kecewa kamipun melanjutkan perjalanan ke tempat wisata Kaliurang, dan disana aku melihat ada sebuah warung yang pernah pula dikunjungi pak Bondan saat kunjungannya ke Kaliurang, 'Warung jadah tempe mbah Carik'. Penasaran dengan yang namanya jadah tempe, kamipun mampir ke warung tersebut.

Jadah tempe, ternyata terdiri dari 'jadah' yaitu ketan yang yang dikukus dan dipulung dan disajikan dengan 'tempe bacem'. Ada juga 'wajik', hampir sama dengan jadah, hanya saja dikukus dengan gula merah. Enak juga, dingin-dingin minum teh hangat ditemani jadah tempe dan wajik. Setelah itu, kamipun meluncur kembali ke Yogya...

Jalan-jalan di Yogya, bagian 1

Hari pertama di Yogya, kami habiskan waktu untuk berjalan-jalan santai sepanjang Malioboro. Eh... siapa tau ada hal-hal menarik yang bisa kita lihat atau kita beli...? Ternyata Malioboro memang tidak banyak perubahan, masih sama seperti beberapa tahun yang lalu waktu terakhir kami berkunjung. Sesekali aku berhenti melihat-lihat barang yang mereka dagangkan. Aku tertarik membeli beberapa set kalung dan anting etnik khas Yogya. Anakku membeli sandal kulit berwarna ungu warna favoritnya dan memborong gelang kulit untuk teman-temannya.

Di sepanjang Malioboro aku membeli beberapa potong hem, blus, daster dan rok batik, termasuk motif Mega Mendung, batik motif Cirebon yang ternyata banyak juga dijual di Yogya. Kenapa diberi nama Mega Mendung??? Mungkin karena motifnya mega/awan... Mendung...? Tapi pastinya nama tersebut gak ada hubungannya dengan perolehan suara partainya Megawati...
Perjalanan menyusuri Malioboro berakhir di sebuah toko di ujung Malioboro, yaitu Pusat Batik dan Kerajinan 'Mirota'. Ini merupakan toko favoritku berburu oleh-oleh dan cindera mata bila aku ke Yogya, karena bisa one stop shopping disini.Interior 'Mirota' Malioboro

Ada aneka camilan kering khas Yogya, aneka minuman tradisional Jawa yang sudah dikemas modern berupa minuman bubuk atau celup seperti wedang jahe, secang, purwoceng, sabun dan shampo tradisional, aroma terapi, batik, kerajinan dll. Ada pula coklat homemade Yogya yang konon mutunya gak kalah dengan coklat impor, 'Coklat Monggo', yang dalam bahasa Jawa berarti 'silakan'. Pembuatnya adalah dua orang penggila coklat asal Belgia dan Ambon.


Tak lengkap apabila kita berkunjung ke suatu daerah tanpa mencicipi makanannya, alias wisata kuliner. Kakakku menginformasikan, kalau sempat cobalah gado-gado di Pasar Beringharjo yang direkomendasikan oleh Butet Kartaradjasa kepada pak Bondan Winarno di acara Wisata Kuliner beberapa waktu yang lalu. Pada kunjungan-kunjungan ke Yogya sebelumnya, aku juga sudah mencicipi tempat-tempat kuliner rekomendasi dari teman seperti bakmi Jowo Kadin, bebek goreng Cak Koting, udang madu mak Engking. Sayang...hasil perburuan terdahulu tidak masuk blog, karena saat itu memang aku belum mengenal blog.

Kebetulan, kami sudah sampai di Mirota yang terletak di seberang pasar Beringharjo, kamipun menyebrang untuk mencari tempat gado-gado dimaksud. Ternyata memang gado-gado itu adalah gado-gado legendaris dari beberapa tahun yang lalu, dan sekarang sudah dikelola oleh generasi yang ketiga, Gado-gado Bu Hadi namanya.Lokasinya, di lantai 2 di pasar bagian belakang (agak jauh masuknya), tempatnya sederhana tetapi terbilang bersih. Porsi gado-gado cukup, tidak terlalu banyak, terdiri dari potongan ketupat, tahu, tempe, kentang, 1/2 bagian telur rebus, rebusan kacang panjang dan tauge, tomat dan daun selada yang diguyur dengan bumbu kacang dan ditaburi emping serta kerupuk bawang. Mirip dengan penampilan gado-gado Jakarta, disajikan dengan bersih. Dan biasanya, kalau makan gado-gado disini lebih enak bila ditemani dengan es kopyor. Yaaah, lumayanlah untuk mengisi perut yang memang sudah lapar dan menghilangkan rasa haus karena sudah berjalan sepanjang Malioboro dan masuk ke daerah belakang pasar Beringharjo yang cukup jauh. Tapi.....puassss, karena sasaran buruan sudah ditemukan.